Must be an effective communicator, independent and decisive, skilled in prioritizing and monitoring, and engaging. — Guide for Supervisor

Mandiri

Kayak nama bank, hahaa.

Memang beda jika kubandingkan antara arti mandiri ngurus diri sendiri dengan mengurus sebuah keluarga-istri dan anak. Dulu lepas SMA langsung lanjut sekolah luar kota, jauh dari rumah dan orang tua, ngekost. Tentu saja tidak banyak hal terkait makan minum yang harus diurus. Waktu  kerja di luar propinsi-ngontrak, juga sama, kebutuhan makan minum tinggal beli atau masak sendiri gak ada ribet.

Nah yang sekarang ini, mandiri dengan kondisi ngurus anak istri dan kebutuhan rumah tangga.

Masalah yang dihadapi kala sudah misah sama mertua memang lumayan mencengangkan. Pernah suatu kali rumah bocor, nah loh, ya kudu naek ke atap ngurusin genteng yang bocor. Kelar dan selesaikah?nda, ternyata pas ujan gede masih ada bocor ditempat yang sama, pusing dah. Akhirnya kudu nutup genteng pakai plastik, minjem tangga ama tetangga, manjat-manjat lagi, cukup berkeringat…deras…haha

Ada lagi, tiba-tiba kalau pompa aer jetpump nyala, biasanya 15 menit dah berhenti secara otomatis kalau penuh, eh ini pe setengah jam gak mati-mati, well ternyata kudu naek dak liat tandon aer. Ternyata aer nda ada, walhasil pulsa listrik terbuang percuma. Kudu benerin jetpump…sendiri, masak kluar duit, enak bener tukang reparasi pompa (hematt-ngeles). Ya sekali dua kali bisa teratasi dengan lepas tabung dan pasang lagi, tapi pas semakin kesini solusi makin gak mujarab buat jetpumpnya. Sudah dilepas pasang aer gak muncrat-muncrat menuhi tandon, malah mo kekantor telat mulu klu paginya ngambek ni jetpump.

Walhasil buka-buka mbahe google, nyari masalah jetpump ini, dari teknis, cara kerja dan jenis-jenis sampai pembenahannya. Setelah merenungkan dan menduga-duga dalam tidur. Akhirnya disimpulan ni tabung jetpump kudu dipompa sampai 2-3 bar. Okeh pagi-pagi mo nyari tukang tambal ban, pas ngobrol ama tetangga ternyata punya pompa bermeter dan akhirnya pinjem. Sekarang sudah hampir seminggu pompa belum ngadat lagi, muga obatnya mujarab.

Banyak masalah yang ada sebenarnya, yang kudu diselesaikan seperti finansial yang kadang bikin senewen, prasaan sudah hemat tapi kok ya bodol mulu sebelum akhir bulan. Yah sambil jalanlah, mosok mo selesai sekejap…mang sodagar kaya raya apa?lirik langsung kelar…hahah

Mentalitas

Setelah 5 tahunan kerja di perusahaan asuransi, dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya resign, beralih ke tempat lain. Ada benarnya juga bahwa keluar dari tempat nyaman itu tidak enak dan lebih tidak enak jika tidak dapat beradaptasi secara baik.

Hal yang membuat saya antipati adalah hal-hal yang tidak terpikirkan tiba-tiba hadir dan harus dikerjakan. Pengetahuan baru yang harus dengan cepat diserap dan diimplementasikan, padahal prosesor saya sudah mulai karatan,haha.

Pada posisi yang baru ini saya diberikan kepercayaan sebagai koordinator (padahal sejak dulu saya lebih suka jadi follower saja). Mungkin ada hikmahnya juga bahwa saya harus mau banyak dan sedikit sakit untuk kembali belajar apa dan bagaimana mengelola teman kerja yang usianya lebih tua dari saya dan lebih paham bidangnya. Hal yang saya lakukan adalah banyak konsultasi dengan atasan yang lebih paham industri ini dibanding saya. Ada web site yang cukup menarik dan saya gunakan sebagai referensi dalam mengembangkan diri … www.inc.com 

Memang saya masih merasa bimbang untuk lanjut ke industri ini atau kembali ke asuransi atau tempat lain…saya hanya dapat “bersiaga” dengan mencoba ikut ujian profesi lagi dan bekerja semampu saya ditempat kerja yang sekarang.

Polisi Tidur

Polisi Tidur, seperti apakah mereka?…berikut gambar telampir, hahah.

image

Pernahkah kejadian, mo lewat jalan ehh ketemunya yang seperti begini keadaanya?… gambar ini saya ambil dari internet

image

Gueh (sok jakarta padahal ndhesit,haha) ya paling lewat jalan lain yang “ramah” kalau tidak terpaksa, daripada memaksakan diri melalui jalan yang kayak begini. Sebenarnya fungsi jalan dan polisi tidur itu apa?Mending tutup aja itu jalan sekalian daripada orang hamil lewat situ keguguran…dimana letak kenyamanannya?Apa setelah jalan diginiin, orang jadi “sopan” melaluinya?gak ada kecelakaan?biar orang lain celaka?

Setelah googling ternyata ada standar pembuatan polisi tidur:

image

image

Bahwa berdasarkan gambar diatas dan sedikit kalkulasi matematika maka lebar (dasar) polisi tidur sekitar kurang lebih 1050mm atau 1,05 meter, ketebalan 12 cm dan ditandai (warna) dan mungkin antar polisi tidur berjarak estetis (jalan tetep nyaman dilalui).

Saya kira kalau tujuannya adalah untuk membuat pengendara “sopan” dengan diberikan “ketidaknyamanan” berupa polisi tidur, kita juga tetap harus berupaya bahwa ketidaknyamanan itu tidak terasa ketika dilewati karena polisi tidur kita sajikan dengan mempertimbangkan standar dan estetika. Pembuatan barang fisik yang dapat diraba itu gampang.

Tentu hal ini harus diupayakan secara konsisten dan dituntut kesadaran setiap orang Indonesia…ini yang tidak gampang, pembangunan karakterisktik yang tidak bisa diraba itu lebih lama dan susah…menurut saya…done

"Pertempuran"

Di twitter, suatu kali (hingga kini) ku follow berbagai akun-akun, entah berita, gosip (dari politik pe konspirasi), yang bener-bener, ampe gak bener-bener gambarnya, hahah (maklum aku cowok normal).

Aku tertarik ama hal religius, suatu kali aku follow akun-akun ini (dari agamaku ama agama yang lain). Akun-akun itu emang kalau dilihat isinya saling balas-membalas twit dengan bukti-bukti kitab masing-masing atas pendapat yang dilontarkan. Lama-lama kalau aku lihat, pertamanya emang menarik, bahkan menggairahkan, apa yang aku percayai dibela dan diberikan sanggahan dll. Bahkan ejek-ejekan juga masuk membawa-bawa karakteristik/hal-hal minus agama yang jadi sasaran.

Tapi lama-lama, balas-membalas twit yang gak berkesudahan dan akhirnya ujung-ujungnya ejek-ejekan membuatku males (ya kadang-kadang juga sekilas liat pada ngtwit apa akun-akun itu). Mereka masih tetap provokatif, nyindir-nyindir dengan “sopan” (khas bahasa “provoktif”, mengundang tanya dan keingintahuan).

Mungkin di dunia maya, tanpa ada bacok-bacokan secara real, hal ini…ya okelah, tapi secara batiniah…ku pikir sudahlah…sudah cukup…

Dengan ajaran yang kupercayai bahwa memperlakukan seseorang seperti diri sendiri itu adalah baik, maka memperlakukan orang lain dengan buruk adalah sama saja memperlakukan diri sendiri dengan buruk.

Lebih baik keluarkanlah gajah dimatamu sebelum menunjuk balok dimata orang lain…done

Wawancara Kerja

Pernah suatu kali diskusi (a.k.a wawancara) sama direktur utama suatu perusahaan yang kulamar. Setelah lumayan lama nunggu karena antre juga yang nglamar, tiba giliranku. Ruangan yang kutuju adalah ruang rapat dibagian dalam, AC nya yang dinginnya minta ampun (untuk ukuranku) bikin duduk nda tenang.

Setelah nangkring beberapa waktu, masuklah direktur tersebut. Setelah perkenalan, ditanya pernah kerja dimana, jobdesk apa dan sebagainya, lalu ganti pake bahasa enggres ngomongnya (gak urusan gramer,nyrocos aja aku,hehee).

Aku gak tahu apa ni direktur dah bosen ndengerin ocehanku atau gimana, pas akhir-akhir tanya…”tolong jelaskan apa itu Bhineka Tunggal Ika…dalam enggres”, kejang-kejang lah aku…

Hahahah, ini anakku, bareng kakek dan neneknya kunamakan Leonhard Tusta Mahindra. 

Ibunya suka iseng, jadi dikasih topi clananya, hehee. Pernah suatu kali, pagi hari kuajak ke dak lantai atas, nyari udara seger…panas bener duniahh ya, Leon?

Almost done…

Almost done…

Tampak halaman belakang diambil dari ruang tamu

Tampak halaman belakang diambil dari ruang tamu

Tampak dari halaman belakang tembus kedepan

Tampak dari halaman belakang tembus kedepan

Tadi siang saya kembali cek kavling saya yang sedang dibangun. Seharusnya saya cek tiap minggu dan minggu kemarin saya tidak bisa kesana karena pas lagi ada acara. Sebelumnya memang diberi tahu developer bahwa bangunan sudah pasang bata merah/tembok dan kusen jendela-pintu. Hari ini saya kaget pasangan batanya sudah tinggi dan kusen-kusen terpasang semua. Dengan berbekal makanan kecil dan 2 bungkus rokok saya minta tolong sama tukang-tukangnya agar rumah saya dibangun seperti rumah mereka sendiri, sebelum saya pergi sekalian pamit pulang, ehehe, nyogok gitu. Berikut akan saya upload foto-fotonya. Gambar ini tampak depan kavlingku

Tadi siang saya kembali cek kavling saya yang sedang dibangun. Seharusnya saya cek tiap minggu dan minggu kemarin saya tidak bisa kesana karena pas lagi ada acara. Sebelumnya memang diberi tahu developer bahwa bangunan sudah pasang bata merah/tembok dan kusen jendela-pintu. Hari ini saya kaget pasangan batanya sudah tinggi dan kusen-kusen terpasang semua. Dengan berbekal makanan kecil dan 2 bungkus rokok saya minta tolong sama tukang-tukangnya agar rumah saya dibangun seperti rumah mereka sendiri, sebelum saya pergi sekalian pamit pulang, ehehe, nyogok gitu. Berikut akan saya upload foto-fotonya. Gambar ini tampak depan kavlingku

Tampak dari depan

Tampak dari depan

Dijepret dari sisi kanan

Dijepret dari sisi kanan

Berikut daku upload beberapa gambar pengerjaan kavlingku yang baru dipasang besi-besi untuk slop pondasi

Berikut daku upload beberapa gambar pengerjaan kavlingku yang baru dipasang besi-besi untuk slop pondasi

Setelah sampai tujuan langsung saja aku cek, ternyata baru dipasang pembesian buat slop pondasi. Selain itu juga ada pemasangan pipa buat saluran pembuangan air dan jamban, nah yang ini nih harus bongkar pondasi, seharusnya pipa pipa buangan dipasang bersamaan dengan pondasi, walah ngawur ni yang ngerjain…piye toh?

Setelah sampai tujuan langsung saja aku cek, ternyata baru dipasang pembesian buat slop pondasi. Selain itu juga ada pemasangan pipa buat saluran pembuangan air dan jamban, nah yang ini nih harus bongkar pondasi, seharusnya pipa pipa buangan dipasang bersamaan dengan pondasi, walah ngawur ni yang ngerjain…piye toh?